Tips ini telah diberikan oleh Ustaz Abdul Rauf Al-Hafiz Semasa ceramah Maulidurrasul di sekolah kami SMK Ade Putra Masjid Tanah Melaka.iaitu
i- Jaga Solat 5 waktu
ii-Amalkan selawat 300 x setiap hari
iii-Malam..Amalkan membaca surah Al-Waqi'ah 1 x
iv-Pagi.Amalkan membaca surah Yasin 1 x
Thursday, 4 February 2016
Wednesday, 23 December 2015
Pilihlah Teman yang Cerdas
FENOMENA yang tidak baik di masa sekarang ini banyak terjadi. Khususnya di kalangan para remaja. Akhlak dan kepribadian mereka mulai bobrok akibat salah pergaulan. Ya, teman-teman mempengaruhi pola pikir dan tindaknya. Maka, jika mengaku sebagai orang yang cerdas, pilihlah teman-teman yang cerdas pula, bukan yang bodoh apalagi pendengki.
Sebagaimana Abu Hatim RA berkata, “Seharusnya orang cerdas meninggalkan teman dungu dan menjauhi pendengki. Sebagaimana ia harus berteman dengan teman yang cerdas pula dan cerdik. Kerana, orang cerdas itu walau pun dirimu tidak mendapatkan keuntungan dari kecerdasannya, setidaknya engkau mendapatkan pelajaran yang bermanfaat darinya. Sedangkan orang dungu, walau pun engkau tidak ketularan kedunguannya, engkau tercemari (tercitrakan bodoh) lantaran bergaul dengannya.”...
Sebagaimana Abu Hatim RA berkata, “Seharusnya orang cerdas meninggalkan teman dungu dan menjauhi pendengki. Sebagaimana ia harus berteman dengan teman yang cerdas pula dan cerdik. Kerana, orang cerdas itu walau pun dirimu tidak mendapatkan keuntungan dari kecerdasannya, setidaknya engkau mendapatkan pelajaran yang bermanfaat darinya. Sedangkan orang dungu, walau pun engkau tidak ketularan kedunguannya, engkau tercemari (tercitrakan bodoh) lantaran bergaul dengannya.”...
Sunday, 22 November 2015
Gaya Belajar: Anda Termasuk Gaya Mana?
GAYA belajar setiap individu berbeda-beda dalam memproses segala informasi yang didapat. Karekteristik individu dalam penggunaan fungsi kognitif (berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi, dan seterusnya) yang bersifat konsisten dan berlansung lama, itulah yang disebut gaya belajar.
Memang gaya belajar setiap individu berbeda-beda baik dalam berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi. Namun hal ini, tidak menunjukan tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu. Misalnya, dua individu memiliki gaya belajar yang sama, akan tetapi mereka tidak memiliki tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu yang sama pula.
Tetapi gaya belajar ini lebih menempati posisi untuk menggambarkan bagaimana individu menerima, berinteraksi dan merespon lingkugan belajar atau semacam kecenderungan umum, senghaja atau tidak, dalam memproses informasi dengan menggunakan cara-cara tertentu.
Para ahli psikologi dan pendidikan berpendapat bahwa bentuk-bentuk gaya belajar yang digunakan oleh setiap individu. Beberapa gaya belajar sebagai berikut:
Pertama, gaya implusif dan reflektif. Gaya belajar ini menunjukan temfo belajar atau kecepatan berpikir. Individu yang memiliki gaya belajar implusif cenderung memberikan respon cepat dan sedikit melakukan kesalahan. Sedangkan gaya reflektif cenderung membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, karena individu ini lebih berhati-hati dalm merespon sesuatu.
Kedua, gaya belajar field dependence dan independence. Gaya belajar ini mencerminkan cara analisis seseorang dalam interaksi dengan lingkungan. Gaya field dependence cenderung menerima sesuatu pola sebagai suatu keseluruhan. Mereka yang memiliki gaya belajar field dependence mengalami kesulitan untuk memfokuskan pada suatu aspek dari satu situasi, atau menganalisis pola menajdi bagian-bagian yang berbeda.
Tipe seseorang dengan gaya field independence ini cenderung lebih menerima bagian-bagian terpisah dari pola menyeluruh dan mampu menganalisis pola kedalam komponen-komponennya.
Untuk lebih jelasnya bagaimana membedakan tipe belajar di atas, berikut ini karekteristik gaya belajar gaya field dependence dan gaya field independence.
1. Gaya field dependence lebih baik pada materi pembelajaran dengan muatan sosial, memiliki ingatan yang lebih baik untuk informasi sosial, memiliki struktur, tujuan dan penguatan yang didefinisikan secara jelas, dan seterusnya.
2. Gaya field independence biasanya lebih mampu memecahkan masalah tanpa intruksi dan bimbingan eksplisit, dapat mengembangkan strukturnya sendiri pada situasi tak terstuktur, dan seterusnya.
Di atas merupakan beberapa gaya belajar secara umum. Setiap gaya belajar memiliki keurangan dan kelebihannya masing-masing.
Referensi:Psikologis Perkembangan Peserta Didik/Dra. Desmita. M.Si./Remaja Rosdakatya/2012
Memang gaya belajar setiap individu berbeda-beda baik dalam berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi. Namun hal ini, tidak menunjukan tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu. Misalnya, dua individu memiliki gaya belajar yang sama, akan tetapi mereka tidak memiliki tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu yang sama pula.
Tetapi gaya belajar ini lebih menempati posisi untuk menggambarkan bagaimana individu menerima, berinteraksi dan merespon lingkugan belajar atau semacam kecenderungan umum, senghaja atau tidak, dalam memproses informasi dengan menggunakan cara-cara tertentu.
Para ahli psikologi dan pendidikan berpendapat bahwa bentuk-bentuk gaya belajar yang digunakan oleh setiap individu. Beberapa gaya belajar sebagai berikut:
Pertama, gaya implusif dan reflektif. Gaya belajar ini menunjukan temfo belajar atau kecepatan berpikir. Individu yang memiliki gaya belajar implusif cenderung memberikan respon cepat dan sedikit melakukan kesalahan. Sedangkan gaya reflektif cenderung membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, karena individu ini lebih berhati-hati dalm merespon sesuatu.
Kedua, gaya belajar field dependence dan independence. Gaya belajar ini mencerminkan cara analisis seseorang dalam interaksi dengan lingkungan. Gaya field dependence cenderung menerima sesuatu pola sebagai suatu keseluruhan. Mereka yang memiliki gaya belajar field dependence mengalami kesulitan untuk memfokuskan pada suatu aspek dari satu situasi, atau menganalisis pola menajdi bagian-bagian yang berbeda.
Tipe seseorang dengan gaya field independence ini cenderung lebih menerima bagian-bagian terpisah dari pola menyeluruh dan mampu menganalisis pola kedalam komponen-komponennya.
Untuk lebih jelasnya bagaimana membedakan tipe belajar di atas, berikut ini karekteristik gaya belajar gaya field dependence dan gaya field independence.
1. Gaya field dependence lebih baik pada materi pembelajaran dengan muatan sosial, memiliki ingatan yang lebih baik untuk informasi sosial, memiliki struktur, tujuan dan penguatan yang didefinisikan secara jelas, dan seterusnya.
2. Gaya field independence biasanya lebih mampu memecahkan masalah tanpa intruksi dan bimbingan eksplisit, dapat mengembangkan strukturnya sendiri pada situasi tak terstuktur, dan seterusnya.
Di atas merupakan beberapa gaya belajar secara umum. Setiap gaya belajar memiliki keurangan dan kelebihannya masing-masing.
Referensi:Psikologis Perkembangan Peserta Didik/Dra. Desmita. M.Si./Remaja Rosdakatya/2012
Sunday, 4 October 2015
Kebaikan tidur yang cukup
TIDUR merupakan sarana penting untuk perbaharui semangat tubuh dan menghilangkan berbagai kelelahan serta kepenatan, terutaman bagi orang yang memiliki pekerjaan yang melibatkan fizikal dan fikir yang banyak. Jika tubuh tidak dapat istirahat (tidur), jam tidur berkurang kerana suatu sebab atau tidurnya terganggu, maka orang ini akan mengalami gangguan psikis, seperti kegelisahan dan akan disertai dengan kurangnya daya konsentrasi.Banyak orang yang tidak dapat tidur mengalami mimpi buruk Abu Mudain As-Syafii di dalam bukunya Ar-Rahah An-Nafsiyyah, dia berkata, “Semua bentuk gangguan psikis yang menimpa orang-orang yang bekerja di malam hari sebabnya kerana mereka kurang tidur. Telah terbukti bahawa tidur malam lebih banyak faedahnya dibandingkan dengan tidur siang, kerana tidur malam lebih nyenyak. Sedikitnya kebisingan boleh memberikan ketenangan bagi saraf secara sempurna.”Orang yang berjaga sepanjang malam akan kehilangan semangat. Jika orang ini tidak tidur selama tiga hari atau lebih, dia akan mengalami berbagai tekanan jiwa dan akan kehilangan kemampuan mengingat. Kemudian dia juga akan kehilangan daya keseimbangan dan akan mengalami kegelisahan dalam berfikir.Gangguan kehidupan psikologis: dalam bahagian lain di buku yang sama, Abu Madain berkata, “Gejala gangguan psikologis pertama yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi. Dia menjadi orang yang tidak mampu memusatkan perhatiannya dalam waktu tertentu. Oleh kerana itu, orang yang tidak dapat tidur atau orang yang tidur di bawah pengaruh alkohol. Akan menjadi orang yang memiliki pemikiran bingung. Dia akan menjadi orang yang cepat marah dan mudah tersinggun.”Setiap orang yang tidak dapat tidur akan cepat marah dengan apa yang dihadapinya. Demikian pula dengan orang yang kurang tidur atau tidurnya terganggu. Oleh kerana itu, tidur dapat membantu menghubungkan pusat-pusat saraf dalam otak. Hubungan yang terjadi dalam otak terkadang dapat meredam lonjakan amarah. Oleh kerana itu, tidur dapat membantu seseorang menjadi tenang dan dapat menguasai keadaan yang ada di luar.[Arrahmah.com]
Saturday, 5 September 2015
TERAPI DOA UNTUK MENGUATKAN INGATAN
AMALKAN TERAPI INI SEBAIK-BAIKNYA SELEPAS SOLAT FARDHU.
LETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS UBUN-UBUN (BAYI ATAU DIRI SENDIRI,) BACAKAN AL ASMAUL HUSNA "YA QAWIE"
( يا قوي ) SEBANYAK SEBELAS KALI
[ 11 X]
MINTALAH KEPADA ALLAH SUPAYA DIA BERIKAN KEKUATAN INGATAN KEPADA KITA ATAU SESIAPA SAHAJA YANG KITA DOAKAN
LETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS UBUN-UBUN (BAYI ATAU DIRI SENDIRI,) BACAKAN AL ASMAUL HUSNA "YA QAWIE"
( يا قوي ) SEBANYAK SEBELAS KALI
[ 11 X]
MINTALAH KEPADA ALLAH SUPAYA DIA BERIKAN KEKUATAN INGATAN KEPADA KITA ATAU SESIAPA SAHAJA YANG KITA DOAKAN
Saturday, 29 August 2015
Empat Adab dalam Menuntut Ilmu
Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil
ADAB mencari ilmu selama ini sering diabaikan. Hubungan antara murid dan guru tak ubahnya penjual dan pembeli. Si murid merasa telah membayar SPP dan uang gedung dengan nilai nominal yang tidak murah sehingga penghormatan kepada guru dianggap sebagai hal yang bukan acuan utama.
Kini, saatnya kita kembali mendulang adab-adab mencari ilmu yang telah dipanggungkan oleh para ulama sehingga ilmu dapat memberi manfaat, bukan hanya pada tataran duniawi, namun juga pada tataran ukhrawi.
Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait dengan ketajaman analisa dan penanya, mementaskan empat adab bagi pencari ilmu.
Adab pertama bagi seorang pencari ilmu ialah menyucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran yang dimurkai Allah.
ADAB mencari ilmu selama ini sering diabaikan. Hubungan antara murid dan guru tak ubahnya penjual dan pembeli. Si murid merasa telah membayar SPP dan uang gedung dengan nilai nominal yang tidak murah sehingga penghormatan kepada guru dianggap sebagai hal yang bukan acuan utama.
Kini, saatnya kita kembali mendulang adab-adab mencari ilmu yang telah dipanggungkan oleh para ulama sehingga ilmu dapat memberi manfaat, bukan hanya pada tataran duniawi, namun juga pada tataran ukhrawi.
Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait dengan ketajaman analisa dan penanya, mementaskan empat adab bagi pencari ilmu.
Adab pertama bagi seorang pencari ilmu ialah menyucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran yang dimurkai Allah.
Monday, 17 August 2015
Maasyaa Allah, ini 8 tips dari pemuda yang hafal 30 juz Al-Qur'an hanya dalam 56 hari
Arrahmah.com – Nikmatnya bermesraan dengan Al-Qur’an, begitu perasaan yang diungkapkan Ustaz Deden Mukhyaruddin yang Allah Ta’ala taqdirkan sukses menghafal 30 juz dalam tempoh hanya 56 hari.
Hal tersebut terungkap dalam Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al-Qur’an bersama Ustaz Bachtiar Nashir dan Ustaz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah, Jum’at (7/6/2015), bersama Ustazuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz.
Berikut Arrahmah sajikan lapan hal yang insyaa Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini merupakan cara jitu Ustaz Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 56 hari (setoran) dan 19 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, ia mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal, sebagaimana disiar Al-Qur’an Ikrar. Bismillah....
Hal tersebut terungkap dalam Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al-Qur’an bersama Ustaz Bachtiar Nashir dan Ustaz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah, Jum’at (7/6/2015), bersama Ustazuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz.
Berikut Arrahmah sajikan lapan hal yang insyaa Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini merupakan cara jitu Ustaz Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 56 hari (setoran) dan 19 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, ia mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal, sebagaimana disiar Al-Qur’an Ikrar. Bismillah....
Subscribe to:
Posts (Atom)






