Sunday, 4 October 2015

Kebaikan tidur yang cukup

TIDUR merupakan sarana penting untuk perbaharui semangat tubuh dan menghilangkan berbagai kelelahan serta kepenatan, terutaman bagi orang yang memiliki pekerjaan yang melibatkan fizikal dan fikir yang banyak. Jika tubuh tidak dapat istirahat (tidur), jam tidur berkurang kerana suatu sebab atau tidurnya terganggu, maka orang ini akan mengalami gangguan psikis, seperti kegelisahan dan akan disertai dengan kurangnya daya konsentrasi.Banyak orang yang tidak dapat tidur mengalami mimpi buruk Abu Mudain As-Syafii di dalam bukunya Ar-Rahah An-Nafsiyyah, dia berkata, “Semua bentuk gangguan psikis yang menimpa orang-orang yang bekerja di malam hari sebabnya kerana mereka kurang tidur. Telah terbukti bahawa tidur malam lebih banyak faedahnya dibandingkan dengan tidur siang, kerana tidur malam lebih nyenyak. Sedikitnya kebisingan boleh memberikan ketenangan bagi saraf secara sempurna.”Orang yang berjaga sepanjang malam akan kehilangan semangat. Jika orang ini tidak tidur selama tiga hari atau lebih, dia akan mengalami berbagai tekanan jiwa dan akan kehilangan kemampuan mengingat. Kemudian dia juga akan kehilangan daya keseimbangan dan akan mengalami kegelisahan dalam berfikir.Gangguan kehidupan psikologis: dalam bahagian lain di buku yang sama, Abu Madain berkata, “Gejala gangguan psikologis pertama yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi. Dia menjadi orang yang tidak mampu memusatkan perhatiannya dalam waktu tertentu. Oleh kerana itu, orang yang tidak dapat tidur atau orang yang tidur di bawah pengaruh alkohol. Akan menjadi orang yang memiliki pemikiran bingung. Dia akan menjadi orang yang cepat marah dan mudah tersinggun.”Setiap orang yang tidak dapat tidur akan cepat marah dengan apa yang dihadapinya. Demikian pula dengan orang yang kurang tidur atau tidurnya terganggu. Oleh kerana itu, tidur dapat membantu menghubungkan pusat-pusat saraf dalam otak. Hubungan yang terjadi dalam otak terkadang dapat meredam lonjakan amarah. Oleh kerana itu, tidur dapat membantu seseorang menjadi tenang dan dapat menguasai keadaan yang ada di luar.[Arrahmah.com]


Saturday, 5 September 2015

TERAPI DOA UNTUK MENGUATKAN INGATAN

AMALKAN TERAPI INI SEBAIK-BAIKNYA SELEPAS SOLAT FARDHU.

LETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS UBUN-UBUN (BAYI ATAU DIRI SENDIRI,) BACAKAN AL ASMAUL HUSNA "YA QAWIE"  
( يا قوي  ) SEBANYAK SEBELAS KALI 
[ 11 X] 

MINTALAH KEPADA ALLAH SUPAYA DIA BERIKAN KEKUATAN INGATAN KEPADA KITA ATAU SESIAPA SAHAJA YANG KITA DOAKAN


Saturday, 29 August 2015

Empat Adab dalam Menuntut Ilmu

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

ADAB mencari ilmu selama ini sering diabaikan. Hubungan antara murid dan guru tak ubahnya penjual dan pembeli. Si murid merasa telah membayar SPP dan uang gedung dengan nilai nominal yang tidak murah sehingga penghormatan kepada guru dianggap sebagai hal yang bukan acuan utama.

Kini, saatnya kita kembali mendulang adab-adab mencari ilmu yang telah dipanggungkan oleh para ulama sehingga ilmu dapat memberi manfaat, bukan hanya pada tataran duniawi, namun juga pada tataran ukhrawi.

Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait dengan ketajaman analisa dan penanya, mementaskan empat adab bagi pencari ilmu.

Adab pertama bagi seorang pencari ilmu ialah menyucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran yang dimurkai Allah.

Monday, 17 August 2015

Maasyaa Allah, ini 8 tips dari pemuda yang hafal 30 juz Al-Qur'an hanya dalam 56 hari

Arrahmah.com – Nikmatnya bermesraan dengan Al-Qur’an, begitu perasaan yang diungkapkan Ustaz Deden Mukhyaruddin yang Allah Ta’ala taqdirkan sukses menghafal 30 juz dalam tempoh hanya 56 hari.

Hal tersebut terungkap dalam Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al-Qur’an bersama Ustaz Bachtiar Nashir dan Ustaz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah, Jum’at (7/6/2015), bersama Ustazuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz.

Berikut Arrahmah sajikan lapan hal yang insyaa Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini merupakan cara jitu Ustaz Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 56 hari (setoran) dan 19 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, ia mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal, sebagaimana disiar Al-Qur’an Ikrar. Bismillah....

Saturday, 1 August 2015

Bahaya Seks Bebas di Kalangan Remaja Muslimah

Voa-Islam.com- Di antara naluri terkuat yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala di dalam tubuh manusia adalah naluri syahwat (seks). Dijadikan-Nya naluri ini guna mencapai suatu tujuan yang luhur dan kebenaran yang bernilai tinggi, yaitu beribadah kepada Allah dan memakmurkan alam.
Allah berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (an-Nisa’: 1)

Syahwat adalah titik terlemah yang memungkinkan syaitan membisikkan manuver-manuver atau pujuk rayunya melalui celah-celah yang ada guna memalingkan tujuan-tujuan pokok manusia di dalam kehidupan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Friday, 24 July 2015

Inilah 7 Karakter Binatang Pada Manusia

JIKA ada makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, maka itulah manusia (QS. 95: 4). Namun demikian, kebaikan bentuk itu tidak menjamin kebaikan budi, perangai terlebih akhlak. Semua kembali pada sang manusia itu sendiri. Jika iman yang diutamakan, insya Allah ia selamat dari sifat kebinatangan.

Namun, jika sebaliknya, maka seorang manusia akan memiliki sifat-sifat binatang yang hanya berorientasi materi dan kesenangan syahwat. Di Dalam Al-Qur’an paling tidak ada tujuh jenis binatang yang sifat-sifatnya boleh dimiliki manusia. Demikian diuraikan oleh Ahmad Yani dalam bukunya, ‘160 Material Dakwah Pilihan.’

Pertama, seperti anjing

Anjing sangat tunduk, patuh dan setia kepada siapapun yang memberi makan dan minum, meskipun dia seorang penjahat. Manusia yang seperti anjing tidak mau tunduk kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan, dihalau atau tidak ia tetap akan menjulurkan lidahnya.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS: Al-A’raf: 176).

Kedua, seperti binatang ternak

Binatang ternak tidak memiliki keistimewaan, nilai jualnya hanya terletak pada beratnya, sedang binatang peliharaan karena kelebihan atau keistimewaan. Bila manusia seperti binatang ternak, kedudukannya sudah begitu rendah dari binatang peliharaan (QS. 7: 179).

Ketiga, seperti kera

Saturday, 4 July 2015

Tiga Waktu Terkabulnya Do’a di Bulan Ramadhan

MZ – Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan. Raihlah keutamaan tersebut dengan terus memperbanyak doa.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah satu waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.