Saturday, 19 April 2014

Apakah Masturbasi Termasuk Dosa Besar? dan Bagaimana Solusinya

Assalamu’alaikum, wr. wb. Mohon jawaban ustad tentang beberapa pertanyaan saya ini karena saya sangat sulit mencari literatur yang membahas hal ini dari sudut pandang syariat Islam. Jarang sekali kitab fiqih yang membahasnya dan kalopun ada itu sangat singkat sekali dan tidak mendalam
  1. Aapakah onani termasuk dosa besar dan sama dengan zina?
  2. Adakah hukuman had untuk pelakunya?
  3. Apakah seseorang yang mengeluarkan mani karena sesuatu yang bukan sentuhan misalnya melihat film atau sejenisnya secara syar’i dimasukkan kedalam kategori onani?
  4. Adakah solusi secara syar’i untuk menolong orang-orang yang sudah addict akan hal ini?
  5. Bagaimanakah kedudukan dan maksud dari zina tangan, zina mata, bahkan ada seorang ustad yang menghukumi orang yang berfikiran atau membayangkan mesum juga sebagai zina. Samakah kedudukan zina ini dengan zina seperti yang digambarkan rosul dalam hadist?
Terima kasih.
Wa’alaikumussalam Wr Wb

Apakah Onani Sama Dengan Zina

Monday, 31 March 2014

Siksa Kubur Bagi yang Meninggalkan Shalat

AMRU BIN DINAR mengisahkan bahwa ada seorang laki-laki ahli Madinah yang ditinggal mati saudari perempuannya. Setelah jenazah dimakamkan, laki-laki itu teringat bahwa dompetnya jatuh di dalam makam.
Laki-laki itupun meminta tolong penggali kubur untuk mengambil dompet tersebut. Dan memang benar dompet itu ditemukan di dalam kubur setelah dibongkar. Namun kemudian laki-laki itu menyampaikan kepada si penggali, ”Sebentar, saya ingin melihat keadaan saudariku.”
Maka laki-laki itu pun lantas membuka sebagian penutup kubur. Namun ternyata ia dikejutkan dengan nyala api di dalamnya. Segera ia menutup kembali dan menimbun kubur lalu pulang  menuju sang ibu.
Laki-laki itupun kemudian bertanya kepada sang ibu, ”Apa yang dilakukan saudariku semasa dia hidup?” Sang ibu pun menjawab, ”Saudarimu dulu itu selalu menunda-nunda shalat, dan tidak melaksanakannya. Ia juga mendatangi rumah para tetangga di malam hari di saat mereka tidur, lalu menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan perkataan mereka”. (Ad Durr Al Munadzdzam fi Ziyarah Al Jabal Al Muqaththam, hal 122,123).*
http://www.hidayatullah.com

Saturday, 22 March 2014

13 Adab berdoa

Pertama, Mencari Waktu yang Mustajab
Di antara waktu yang mustajab adalah hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له
Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)
Kedua, Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Berdoa
Di antara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka.
Abu Hurairah radhiallahu’anhu mengatakan, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklahberdoa.” (HR. Muslim)

Wednesday, 12 March 2014

Doa Mustajab Antara Adzan & Iqamah

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa berada di antara adzan dan iqamah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671)

Thursday, 20 February 2014

27 Kesan Negatif Perbuatan Zina

Sumber : nahimunkar.com

1. Zina mengurangi agama seseorang

2. Zina menghilangkan sifat wara’

3. Zina merusak kehormatan dan harga diri

4. Zina mengurangi sifat cemburu

5. Pezina mendapatkan murka Allah Azza wa jalla.

6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap

Monday, 17 February 2014

Calarnya nilai Islam kerana kerosakan akhlak

Oleh Nurul Ain Abdul Razak
Marcapada membentangkan bertapa hancurnya nilai keislaman disebabkan kerosakan akhlak anak muda kini. Akibat nipisnya iman yang menjadi pagar kukuh diri individu menyebabkan anak muda kini tiada lagi rasa malu dan segan melakukan perkara terkutuk dan hina di sisi Islam.
Perasaan takut, gentar dan gerun tidak lagi bertapak di hati mereka untuk terus melakukan apa sahaja yang disukai tanpa memikirkan akibat dan natijah yang buruk kepada diri, masyarakat dan lebih-lebih lagi natijah kepada masa depan Islam itu sendiri.
Bagaimana perkara sebegini boleh berlaku dan semakin lama umat kita semakin bertambah parah pada zaman kini? Adakah kerana dakwah Islam di Malaysia disekat dan diterhadkan peranannya atau pendakwah hanya goyang kaki menunggu gaji yang bakal masuk?

Thursday, 6 February 2014

Haruskah Wudhu' Untuk Membaca Al-Qur'an?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Orang berhadats kecil boleh membaca Al-Qur'an dari hafalannya. Yakni, tanpa menyentuh mushaf. Adapun orang junub, sama sekali tidak dibolehkan membaca Al-Qur'an, baik dari melihat mushaf atau dari hafalannya, sehingga ia mandi. Sebabnya. Karena tidak ada yang menghalangi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari membaca Al-Qur'an kecuali janabah (junub). Inilah pendapat yang lebih benar. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari Ali Radhiyallahu 'Anhu,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي الْخَلَاءَ فَيَقْضِي الْحَاجَةَ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيَأْكُلُ مَعَنَا الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ وَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَلَا يَحْجُبُهُ وَرُبَّمَا قَالَ لَا يَحْجُزُهُ عَنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ إِلَّا الْجَنَابَةُ

“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam masuk ke kamar kecil lalu menyelesaikan hajatnya. Kemudian beliau keluar dan makan roti dan daging besama kami, beliau juga membaca Al-Qur'an. Tidak ada yang menghalanginya Shallallahu 'Alaihi Wasallam –boleh jadi berkata: tidak menghalanginya- dari membaca Al-Qur'an kecuali junub.” (HR. Ibnu Majah)....