Untuk menjadi seorang pelajar yang cemerlang,apa yang perlu anda lakukan? ikutilah petua-petua dibawah ini..
1. Belajar secara aktif dengan pen/ pensil ditangan
2. Belajar 3 jam sehari atau 20 jam seminggu (tidak termasuk kerja rumah)
3. Belajar dalam persekitaran kondusif, baik, sesuai
a) pastikan cahaya adalah terang
b) kurangkan gangguan bunyi
c) tampal poster yang mengandungi slogan yang menaikkan semangat belajar
d) tampal gambar-gambar yang menenangkan fikiran
e) kerusi dan meja menghadap kiblat
f) jangan lupa untuk senyum
Friday, 10 February 2017
Monday, 9 January 2017
8 Kelebihan Orang Berilmu
1) Allah s.w.t membezakan dan mengangkat darjat orang yang berilmu
Allah s.w.t berfirman : Katakanlah : "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? "Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( aZ-zumar : 9 )
Firman Allah s.w.t : " Allah akan meninggikan darjat orang2 yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat .Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan . " ( Al-Mujadalah : 11 )
Ibn Abbas ra mengulas ayat diatas dengan mengatakan : Tingkatan para ulama dibanding orang mukmin biasa adlah lebih tinggi sebanyak 700 darjat , di antara satu darjat ke darjat setelahnya adalah sama dengan jarak 500 tahun perjalanan
2 ) Orang yang berilmu sentiasa dijadikan rujukan
Allah s.w.t berfirman : Katakanlah : "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? "Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( aZ-zumar : 9 )
Firman Allah s.w.t : " Allah akan meninggikan darjat orang2 yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat .Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan . " ( Al-Mujadalah : 11 )
Ibn Abbas ra mengulas ayat diatas dengan mengatakan : Tingkatan para ulama dibanding orang mukmin biasa adlah lebih tinggi sebanyak 700 darjat , di antara satu darjat ke darjat setelahnya adalah sama dengan jarak 500 tahun perjalanan
2 ) Orang yang berilmu sentiasa dijadikan rujukan
Wednesday, 16 November 2016
Kursus Pengurusan Jenazah 17 Nov 2016
Wednesday, 7 September 2016
5 Kesan Buruk Makanan Haram
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memakan yang halal dari makanan sebelum memerintahkan mereka untuk mengerjakan amal shalih. Kerana makanan yang dimakan seseorang memberi pengaruh yang kuat dalam amal-amal yang dikerjakannya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mukminun: 51)
Ibnu Katsir berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya dari para Rasul ‘Alaihimus Shalatu Wassalam Ajma’in untuk makan yang halal dan menjalankan amal shalih. Ini menunjukkan bahwa makanan halal membantu untuk beramal shalih. Lalu para nabi menjalankan perintah ini dengan sempurna. . .”
Sebagian ulama berkata: Setiap apa yang Allah Ta’ala halalkan maka pasti ia baik dan bermanfaat untuk fizikal dan agama seseorang. Sebaliknya, setiap apa yang Allah haramkan maka itu buruk dan berbahaya terhadap fizikal dan agamanya.” (Dinukil Ibnu Katsir dalam tafsirnya)
Sesuatu yang haram hanya akan mendatangkan keburukan walaupun ia menarik dan banyak orang terpukau kepadanya. Sesungguhnya nilai baik itu ditentukan oleh syariat, bukan dengan akan semata.
Kesan Buruk Makanan Haram
Di antara Kesan buruk yang diakibatkan dari makanan yang haram adalah:
Pertama: Makanan haram akan merosakkan hati.
Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memakan yang halal dari makanan sebelum memerintahkan mereka untuk mengerjakan amal shalih. Kerana makanan yang dimakan seseorang memberi pengaruh yang kuat dalam amal-amal yang dikerjakannya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mukminun: 51)
Ibnu Katsir berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya dari para Rasul ‘Alaihimus Shalatu Wassalam Ajma’in untuk makan yang halal dan menjalankan amal shalih. Ini menunjukkan bahwa makanan halal membantu untuk beramal shalih. Lalu para nabi menjalankan perintah ini dengan sempurna. . .”
Sebagian ulama berkata: Setiap apa yang Allah Ta’ala halalkan maka pasti ia baik dan bermanfaat untuk fizikal dan agama seseorang. Sebaliknya, setiap apa yang Allah haramkan maka itu buruk dan berbahaya terhadap fizikal dan agamanya.” (Dinukil Ibnu Katsir dalam tafsirnya)
Sesuatu yang haram hanya akan mendatangkan keburukan walaupun ia menarik dan banyak orang terpukau kepadanya. Sesungguhnya nilai baik itu ditentukan oleh syariat, bukan dengan akan semata.
Kesan Buruk Makanan Haram
Di antara Kesan buruk yang diakibatkan dari makanan yang haram adalah:
Pertama: Makanan haram akan merosakkan hati.
Thursday, 4 February 2016
Tips Islami Untuk Menjadikan Ingatan Otak Kita Melekat Kuat Seperti Gam
Tips ini telah diberikan oleh Ustaz Abdul Rauf Al-Hafiz Semasa ceramah Maulidurrasul di sekolah kami SMK Ade Putra Masjid Tanah Melaka.iaitu
i- Jaga Solat 5 waktu
ii-Amalkan selawat 300 x setiap hari
iii-Malam..Amalkan membaca surah Al-Waqi'ah 1 x
iv-Pagi.Amalkan membaca surah Yasin 1 x
i- Jaga Solat 5 waktu
ii-Amalkan selawat 300 x setiap hari
iii-Malam..Amalkan membaca surah Al-Waqi'ah 1 x
iv-Pagi.Amalkan membaca surah Yasin 1 x
Wednesday, 23 December 2015
Pilihlah Teman yang Cerdas
FENOMENA yang tidak baik di masa sekarang ini banyak terjadi. Khususnya di kalangan para remaja. Akhlak dan kepribadian mereka mulai bobrok akibat salah pergaulan. Ya, teman-teman mempengaruhi pola pikir dan tindaknya. Maka, jika mengaku sebagai orang yang cerdas, pilihlah teman-teman yang cerdas pula, bukan yang bodoh apalagi pendengki.
Sebagaimana Abu Hatim RA berkata, “Seharusnya orang cerdas meninggalkan teman dungu dan menjauhi pendengki. Sebagaimana ia harus berteman dengan teman yang cerdas pula dan cerdik. Kerana, orang cerdas itu walau pun dirimu tidak mendapatkan keuntungan dari kecerdasannya, setidaknya engkau mendapatkan pelajaran yang bermanfaat darinya. Sedangkan orang dungu, walau pun engkau tidak ketularan kedunguannya, engkau tercemari (tercitrakan bodoh) lantaran bergaul dengannya.”...
Sebagaimana Abu Hatim RA berkata, “Seharusnya orang cerdas meninggalkan teman dungu dan menjauhi pendengki. Sebagaimana ia harus berteman dengan teman yang cerdas pula dan cerdik. Kerana, orang cerdas itu walau pun dirimu tidak mendapatkan keuntungan dari kecerdasannya, setidaknya engkau mendapatkan pelajaran yang bermanfaat darinya. Sedangkan orang dungu, walau pun engkau tidak ketularan kedunguannya, engkau tercemari (tercitrakan bodoh) lantaran bergaul dengannya.”...
Sunday, 22 November 2015
Gaya Belajar: Anda Termasuk Gaya Mana?
GAYA belajar setiap individu berbeda-beda dalam memproses segala informasi yang didapat. Karekteristik individu dalam penggunaan fungsi kognitif (berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi, dan seterusnya) yang bersifat konsisten dan berlansung lama, itulah yang disebut gaya belajar.
Memang gaya belajar setiap individu berbeda-beda baik dalam berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi. Namun hal ini, tidak menunjukan tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu. Misalnya, dua individu memiliki gaya belajar yang sama, akan tetapi mereka tidak memiliki tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu yang sama pula.
Tetapi gaya belajar ini lebih menempati posisi untuk menggambarkan bagaimana individu menerima, berinteraksi dan merespon lingkugan belajar atau semacam kecenderungan umum, senghaja atau tidak, dalam memproses informasi dengan menggunakan cara-cara tertentu.
Para ahli psikologi dan pendidikan berpendapat bahwa bentuk-bentuk gaya belajar yang digunakan oleh setiap individu. Beberapa gaya belajar sebagai berikut:
Pertama, gaya implusif dan reflektif. Gaya belajar ini menunjukan temfo belajar atau kecepatan berpikir. Individu yang memiliki gaya belajar implusif cenderung memberikan respon cepat dan sedikit melakukan kesalahan. Sedangkan gaya reflektif cenderung membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, karena individu ini lebih berhati-hati dalm merespon sesuatu.
Kedua, gaya belajar field dependence dan independence. Gaya belajar ini mencerminkan cara analisis seseorang dalam interaksi dengan lingkungan. Gaya field dependence cenderung menerima sesuatu pola sebagai suatu keseluruhan. Mereka yang memiliki gaya belajar field dependence mengalami kesulitan untuk memfokuskan pada suatu aspek dari satu situasi, atau menganalisis pola menajdi bagian-bagian yang berbeda.
Tipe seseorang dengan gaya field independence ini cenderung lebih menerima bagian-bagian terpisah dari pola menyeluruh dan mampu menganalisis pola kedalam komponen-komponennya.
Untuk lebih jelasnya bagaimana membedakan tipe belajar di atas, berikut ini karekteristik gaya belajar gaya field dependence dan gaya field independence.
1. Gaya field dependence lebih baik pada materi pembelajaran dengan muatan sosial, memiliki ingatan yang lebih baik untuk informasi sosial, memiliki struktur, tujuan dan penguatan yang didefinisikan secara jelas, dan seterusnya.
2. Gaya field independence biasanya lebih mampu memecahkan masalah tanpa intruksi dan bimbingan eksplisit, dapat mengembangkan strukturnya sendiri pada situasi tak terstuktur, dan seterusnya.
Di atas merupakan beberapa gaya belajar secara umum. Setiap gaya belajar memiliki keurangan dan kelebihannya masing-masing.
Referensi:Psikologis Perkembangan Peserta Didik/Dra. Desmita. M.Si./Remaja Rosdakatya/2012
Memang gaya belajar setiap individu berbeda-beda baik dalam berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi, dan memproses informasi. Namun hal ini, tidak menunjukan tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu. Misalnya, dua individu memiliki gaya belajar yang sama, akan tetapi mereka tidak memiliki tingkat intelegensi atau kecakapan tertentu yang sama pula.
Tetapi gaya belajar ini lebih menempati posisi untuk menggambarkan bagaimana individu menerima, berinteraksi dan merespon lingkugan belajar atau semacam kecenderungan umum, senghaja atau tidak, dalam memproses informasi dengan menggunakan cara-cara tertentu.
Para ahli psikologi dan pendidikan berpendapat bahwa bentuk-bentuk gaya belajar yang digunakan oleh setiap individu. Beberapa gaya belajar sebagai berikut:
Pertama, gaya implusif dan reflektif. Gaya belajar ini menunjukan temfo belajar atau kecepatan berpikir. Individu yang memiliki gaya belajar implusif cenderung memberikan respon cepat dan sedikit melakukan kesalahan. Sedangkan gaya reflektif cenderung membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, karena individu ini lebih berhati-hati dalm merespon sesuatu.
Kedua, gaya belajar field dependence dan independence. Gaya belajar ini mencerminkan cara analisis seseorang dalam interaksi dengan lingkungan. Gaya field dependence cenderung menerima sesuatu pola sebagai suatu keseluruhan. Mereka yang memiliki gaya belajar field dependence mengalami kesulitan untuk memfokuskan pada suatu aspek dari satu situasi, atau menganalisis pola menajdi bagian-bagian yang berbeda.
Tipe seseorang dengan gaya field independence ini cenderung lebih menerima bagian-bagian terpisah dari pola menyeluruh dan mampu menganalisis pola kedalam komponen-komponennya.
Untuk lebih jelasnya bagaimana membedakan tipe belajar di atas, berikut ini karekteristik gaya belajar gaya field dependence dan gaya field independence.
1. Gaya field dependence lebih baik pada materi pembelajaran dengan muatan sosial, memiliki ingatan yang lebih baik untuk informasi sosial, memiliki struktur, tujuan dan penguatan yang didefinisikan secara jelas, dan seterusnya.
2. Gaya field independence biasanya lebih mampu memecahkan masalah tanpa intruksi dan bimbingan eksplisit, dapat mengembangkan strukturnya sendiri pada situasi tak terstuktur, dan seterusnya.
Di atas merupakan beberapa gaya belajar secara umum. Setiap gaya belajar memiliki keurangan dan kelebihannya masing-masing.
Referensi:Psikologis Perkembangan Peserta Didik/Dra. Desmita. M.Si./Remaja Rosdakatya/2012
Subscribe to:
Posts (Atom)







