Monday, 11 July 2011

Kocik-kocik minum susu lombu, bilo bosau sebijik cam lombu



AZHAM (kiri) bertanyakan sesuatu kepada Rahimah yang cedera parah selepas diragut di Hospital Raja Perempuan Zainab II, Kota Bharu semalam.

Nenek ditumbuk, ditendang peragut KOTA BHARU – Kegembiraan seorang wanita yang baru seminggu bergelar nenek untuk melawat anak dan cucunya bertukar malang apabila dia cedera parah selepas terjatuh ditendang peragut yang meragut beg tangannya ketika menunggang motosikal di Lundang di sini kelmarin.
Akibat kejadian itu, pembantu taman asuhan kanak-kanak (Taska), Che Rahimah Dollah, 44, yang dalam perjalanan ke rumah anaknya di Telipot patah tangan kanan, patah sebatang gigi, cedera di kepala dan terpaksa menerima 10 jahitan.
Dalam kejadian pada pukul 7.15 pagi di Jalan Yahya Petra berhampiran Kompleks Balai Islam di Lundang, Che Rahimah telah diragut oleh dua lelaki menunggang motosikal yang telah mengekorinya.
Sebaik terjatuh dari motosikal, mangsa terus pengsan sebelum dihantar ke Hospital Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II).
Ketua Polis Kota Bharu, Asisten Komisioner Azham Othman berkata, sebelum kejadian mangsa yang menunggang motosikal berseorangan dari arah Kubang Kerian dipercayai telah diekori dua lelaki bermotosikal selepas suspek melihat beg tangan mangsa diletakkan dalam raga motosikal.
“Semasa suspek cuba merampas beg tangan dalam raga, mangsa cuba menarik balik beg tangannya itu.
“Geram dengan tindakan mangsa yang tidak mahu melepaskan beg tangan itu, suspek yang membonceng motosikal itu kemudian menumbuk mangsa sebelum menendang pula motosikal mangsa menyebabkan mangsa terjatuh dan pengsan,” kata beliau ketika ditemui pemberita semasa melawat mangsa di HRPZ II petang semalam.

Thursday, 7 July 2011

Awas Mat Rempit..Motorsikal andapun boleh meletup

ORANG RAMAI melihat mayat empat remaja yang terlibat dalam kemalangan di Banggol Chicha, Pasir Mas kelmarin.



PASIR MAS – Empat remaja termasuk dua pelajar dipercayai berlumba haram terbunuh selepas terlibat dalam kemalangan membabitkan empat motosikal di Banggol Chicha dekat sini petang kelmarin.
Dalam kejadian kira-kira pukul 6.45 petang itu, keempat-empat mangsa, Mohd. Fikri Mat, 19, dari Kampung Banggol Stol, Rantau Panjang, Abdul Muhaimin Makhtar, 21, dan Raja Ahmad Muzzammil Raja Mansor, 18, dari Kampung Kubang Panjang serta Mohamad Amirul Afiq Baharon, 17, dari Kampung Kubang Pak Amin mati di tempat kejadian selepas dipercayai cedera parah di kepala dan badan.
Mohamad Amirul merupakan pelajar Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Tendong di sini, manakala Abdul Muhaimin pula pelajar Politeknik Kota Bharu.
Ketua Polis Daerah Pasir Mas, Asisten Komisioner Haliluddin Rahim berkata, kemalangan itu berlaku ketika Mohd. Fikri yang menunggang motosikal jenis Honda EX-5 berlumba haram dengan motosikal lain tiba-tiba kenderaan itu meletup dan terbakar.
Menurutnya, pada masa sama, dua motosikal lagi yang masing-masing datang dari arah bertentangan dikatakan hilang kawalan sebelum bertembung antara satu sama lain.
“Akibat pertembungan itu, keempat-empat mangsa dikatakan tercampak ke jalan raya dan mati di tempat kejadian. Keempat-empat mereka disahkan mati selepas dipercayai mengalami kecederaan parah di kepala dan anggota badan.
“Kejadian tersebut berlaku di sebatang jalan raya berhampiran Banggol Chicha yang belum siap dibina sepenuhnya. Jarak jalan raya tersebut yang digunakan untuk berlumba sepanjang satu kilometer,” katanya ketika ditemui di sini semalam.

Thursday, 30 June 2011

Sarapan pagi membantu pelajar menjadi pintar

AMALAN tidak bersarapan sebelum ke sekolah menyebabkan murid-murid sukar memberi tumpuan kepada pelajaran. - Gambar hiasan

KUALA LUMPUR – Lebih 30 peratus murid-murid di sekolah rendah di negara ini didapati tidak bersarapan sebelum ke sekolah selain gemar makan pada waktu lewat malam.
Tabiat pemakanan tersebut menyebabkan mereka sukar memberi tumpuan terhadap pelajaran semasa berada di dalam kelas selain menjadi punca masalah obesiti.
Ketua Jabatan Pemakanan dan Dietetik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Prof. Madya Dr. Poh Bee Koon (gambar kecil) berkata, ia merupakan hasil kajian yang dijalankan pihaknya terhadap kanak-kanak berusia bawah 12 tahun pada tahun lalu.
“Mengambil sarapan pagi amat penting untuk sel otak kanak-kanak berfungsi dengan baik dan dapat mengelakkan tubuh mereka menjadi lesu pada waktu pagi.
“Bagaimanapun, segelintir ibu bapa mengabaikan keperluan untuk memberi sarapan kepada anak-anak mereka,” katanya pada sidang media mengenai kerjasama kajian pemakanan kanak-kanak oleh UKM dan Dutch Lady Malaysia di sini semalam.

Wednesday, 29 June 2011

Allahu Akbar...Seorang gadis 10 tahun selamat dari pemerkosaan dengan membaca Al Qur'an

JEDDAH (Arrahmah.com) - Korban terbaru dari pemerkosaan berantai mengatakan dia membaca Al Qur’an untuk menghentikan ulah bejad penyerang yang ingin memperkosanya, lapor harian Al Madinah pada pekan lalu.

Gadis berusia 10 tahun mengatakan kepada harian tersebut bahwa ia mampu melindungi dirinya dari perbuatan jahat terhadap dirinya dengan membaca lima ayat dalam kitab suci Al Qur’an.
“Setiap kali dia mendekatiku, aku mulai membaca Al Qur’an dan dia akan menarik diri,” ujarnya.
Gadis kecil berusia 10 tahun yang bernama MMS, mengatakan pemerkosa meminta ia untuk berhenti membaca Al Qur’an, tetapi ketika dia menolak dan terus memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci, penyerang memukul-mukul wajahnya.  “Karena hafalan saya, ia enggal menyentuh saya,” lanjutnya.
Korban diculik dari sebuah gedung pernikahan di kota.  “Pria itu mengetuk pintu aula pernikahan.  Sebagai penjaga pintu yang membantu melayani tamu, aku membukakan pintu untuknya, percaya bahwa ia adalah salah satu tamu.”
Dia mengatakan ia memintanya untuk ikut bersamanya karena dia ingin memberikan hadiah untuk pengantin. 
“Dia mengajak saya keluar gedung, mengatakan bahwa hadiah berada di dalam mobil.  Dia meminta saya untuk pergi bersamanya ke mobilnya di dekat pintu masuk lorong,” katanya.
“Saya protes tapi dia memaksa saya untuk mengikutinya dan berkata aku tidak boleh mengeluarkan suara apapun.  Saya pikir drama akan berakhir saat itu juga, tapi dia mendorong saya dan memaksa saya masuk ke dalam mobil di kursi belakang dan memaksa saya untuk berbaring serta menutupi wajah saya.”
Dia memperingatkan untuk tidak membuat kegaduhan saat mobil mulai melaju.
“Namun, saya bisa melihat marka jalan dan keterangan tempat.  Ketika kami sampai di sebuah rumah, ia meminta saya untuk ikut karena hadiah berada di apartemennya,” ujarnya.
“Dia mengatakan kepada saya bahwa kami akan mengambil hadiah dan kembali ke tempat pernikahan.
Saat aku memasuki apartemennya, ia mendorong saya masuk dan mengunci pintu.  Sampai saat itu, aku tidak mengerti apa yang ia akan lakukan padaku.”
Dia mengatakan dia akan mulai mempersiapkan shisha dan mengatakan bahwa ayah saya sangat baik, menambahkan bahwa ia akan meneleponnya dan mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir.  Dia mengatakan dia akan mengantarkan kembali ke tempat pernikahan setelah semuanya berakhir.
“Dia menelepon dengan telepon genggamnya dan mengatakan bahwa ia berbicara dengan ayah saya. 
Saya memintanya untuk membiarkan saya berbicara dengannya tapi dia mematikan telepon dan memukul wajah saya dan menyuruhku diam,” ujarnya.  “Dia mencoba menyerang saya tapi saya mulai membaca Qur’an.  Dia kemudian mundur.  Ini berlanjut sampai matahari terbit.”
MMS mengatakan setelah matahari terbit sang penculik mulai menonton televisi sampai sekitar pukul 08.00.  Ia kemudian mengatakan kepada MMS bahwa ia akan membawanya ke sebuah rumah di mana ia akan menemukan kerabatnya.
“Dia menjatuhkan saya di dekat klinik di distrik Al-Muntazahat dan meminta saya untuk masuk ke dalam sebuah bangunan di mana saya akan menemukan keluarga saya.  Aku masuk ke dalam gedung tapi aku tidak menemukan siapa pun.  Aku kembali tapi dia sudah pergi.”
Gadis itu mengatakan ia melihat seorang pria membawa kantong sampah.  Ia menghentikannya dan memintanya untuk menolongnya.
“Dia berbicara kepada ayahku dan mereka sepakat untuk bertemu di sebuah tempat.  Dia membawa saya bertemu dengan ayah saya yang mulai menangis ketika ia melihat saya.”
Beberapa waktu kemudian, seorang guru telah ditangkap sehubungan dengan rangkaian perkosaan yang terjadi selama periode tiga tahun sejak tahun 2008.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Tuesday, 28 June 2011

Syaikhul Azhar: Undang-undang Mesir Tidak Akui Anak Dibawah 18 Tahun Masuk Islam

Sumber[eramuslim.]Hukum Mesir tidak mengakui masuknya seseorang ke dalam Islam bagi mereka yang kurang dari 18 tahun, kata Syaikhul Azhar Syaikh Ahmad al-Thayyib, pada hari Senin kemarin (27/6). Pernyataan itu muncul sehari setelah pertemuannya dengan delegasi para imam dari Keuskupan Koptik Minya, di aman ia membahas masalah anak-anak Kristen yang masuk Islam.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Syaikh al-Thayyib menegaskan bahwa "salah satu dari aturan-aturan prosedural yang mengatur pendaftaran hukum Islam bagi bangsa Mesir adalah bahwa mereka yang di bawah usia 18 tahun tidak bisa secara resmi menyatakan pindah agama ke Islam."
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pindah agama resmi ke Islam juga ditolak jika hal itu adalah "untuk keuntungan pribadi, tekanan keluarga, atau keinginan untuk menikah," dan Komisi Al-Azhar untuk Dakwah Islam telah menghabiskan beberapa hari untuk memastikan bahwa orang yang ingin masuk Islam harus benar-benar secara sukarela dan merupakan dari keinginan mereka sendiri.
Masalah pindah agama telah lama menjadi salah satu masalah sensitif di Mesir. Banyak orang Kristen melihat hukum Mesir sebagai hukum yang diskriminatif karena memungkinkan orang Kristen untuk memeluk Islam tapi melarang orang dari Islam pindah ke Kristen.
Kekerasan yang meletus di distrik Kairo Imbaba Mei lalu, menyebabkan belasan orang tewas dan lebih dari 240 cedera, hal ini dipicu oleh rumor bahwa orang Kristen yang masuk Islam diduga sedang disekap di sebuah gereja.
Awal bulan ini, dua gadis Kristen melarikan diri dari rumah mereka di Minya, dan pergi ke Kairo, di mana mereka menyatakan pindah agama menjadi Islam. Kristen Koptik di Minya akhirnya mengorganisir aksi protes massa menuntut kembali kedua gadis tersebut.
Penuntut Mesir sekarang menyelidiki tuduhan, yang diajukan oleh keluarga kedua gadis bahwa tiga bersaudara muslim berada di balik pindah agamanya Christine Ezzat Fathi (16 tahun) dan Nancy Magdy Fathi (14 tahun) ke dalam agama Islam.
Otoritas keamanan mengatakan mereka menemukan dua gadis itu pada hari Kamis pekan lalu, dan menyerahkannya kepada penuntut umum pada hari Sabtunya. Kedua gadis itu menyatakan mereka sama sekali tidak diculik dan telah masuk Islam. Gereja, bagaimanapun, menegaskan bahwa dua gadis masih di bawah umur tersebut, tidak memiliki hak untuk pindah agama ke agama lain.(fq/amay)

Sunday, 26 June 2011

Subjek (MPV) Vokasional di sekolah dimansuhkan mulai tahun depan


KULIM: 26/6/2011 :Mata pelajaran vokasional (MPV) akan dimansuhkan di semua sekolah harian secara berperingkat mulai tahun depan, kata Timbalan Menteri Pelajaran, Dr Mohd Puad Zarkashi.

Beliau berkata, langkah berkenaan dibuat sejajar dengan proses transformasi pengajian teknik dan vokasional seperti yang ditetapkan kerajaan baru-baru ini.
"Semua sekolah harian selepas ini tidak lagi diajar MPV. Bagi mereka yang berminat belajar dalam bidang tersebut, kerajaan akan menyediakan peluang di Kolej Vokasional menerusi Program Asas Vokasional (PAV).
"PAV ini dikhususkan untuk pelajar peringkat Tingkatan 1 hingga 3 dan mereka turut diberikan Sijil Kemahiran Malaysia (SKM) Tahap I dan II apabila tamat," katanya.

Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas merasmikan Majlis Anugerah Kecemerlangan Pelajar di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Tunku Panglima Besar di sini, hari ini.

Katanya, berdasarkan perancangan, semua peralatan untuk pengajaran dan pembelajaran MPV serta Kemahiran Hidup di sekolah harian sedia ada akan dikumpulkan dan diserahkan kepada Kolej Vokasional kelak.

Beliau berkata, kementerian turut bercadang melanjutkan tempoh pengajian peringkat menengah atas kepada tiga tahun berbanding dua tahun di sekolah menengah teknik atau vokasional sebelum ini.
"Selepas pelajar menamatkan peringkat pengajian menengah atas di Kolej Vokasional selama tiga tahun, mereka layak diberikan SKM Tahap IV," katanya.

Dalam perkembangan lain, katanya Kementerian Pelajaran sudah memperuntukkan sejumlah RM242.6 juta untuk Program Biasiswa Kerajaan Persekutuan, Biasiswa Sukan dan Biasiswa Pra-Universiti untuk tahun ini. - BERNAMA