Thursday, 25 February 2016

Adab-adab Bagi Para Penghafal Al-Qur’an

Setiap Muslim pasti mendambakan boleh menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Bagaimana tidak, begitu banyak kebaikan dan kemuliaan yang boleh didapat oleh para penjaga ayat-ayat Allah ini. Minimal, jika bukan kita yang berhasil menghafalnya, anak-anak kita kelak dapat mewujudkan harapan kita. Walaupun, bukan berarti kita tidak berusaha. Karena Allah akan senantiasa melihat proses yang dilakukan manusia dalam mencapai tujuannya.

“Barangsiapa yang di dalam rongga mulutnya tidak terdapat Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah yang bobrok.” (HR. Tirmidzi)

Untuk menghafal Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, tentu tidak sembarangan. Ada adab-adab yang menyertainya. Berikut ini di antara adab-adabnya:

Ikhlas, niatkan hanya untuk Allah
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung pada apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tahsin tilawah agar semakin baik bacaannya

“Akan dikatakan kepada ahli Qur’an pada hari kiamat : Bacalah, naiklah (ke atas surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kami dulu pernah membacanya di dunia. Karena sesungguhnya kedudukan kamu di surga terdapat pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Bukhari Muslim)

Gunakan satu jenis mushaf
Bagi penghafal Al-Qur’an menggunakan satu jenis mushaf akan memudahkannya dalam menghafal. Letak ayat-ayat Al-Qur’an akan tersimpan dalam ingatan kita. Maka jika mushafnya diganti, hafalan kita akan rusak dan konsentrasi akan buyar.

Memilih waktu untuk menghafal Al-Qur’an
“Ketahuilah bahwa untuk menghafal ada waktu-waktu yang tepat yang harus diperhatikan dan adapun waktu yang terbaik adalah waktu subuh atau pagi.” (Faqih wal Mutafaqih karya Khatib Al-Baghdadi jilid II hal 103)

Menghafal diulang-ulang dan dipahami
Menghafal Al-Qur’an dengan cara memahami ayat-ayat yang akan dihafal akan membantu penghafal dalam menguasai hafalannya.

Menghafal dengan bimbingan Huffazh
Menghafal Al-Qur’an tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada pembimbing (huffazh) yang siap menerima setoran, menyimak hafalan dan menegur jika ada kesalahan.

Menghafal pada usia emas
“Barangsiapa yang mempelajari (menghafal) Al-Qur’an pada waktu kecil maka Allah akan menyatukan Al-Qur’an dengan darah dan dagingnya.” (HR. Bukhari)

Perhatian khusus pada ayat-ayat serupa
Dari 6000 lebih ayat Al-Qur’an, ada banyak diantaranya yang serupa. Sebaiknya penghafal Al-Qur’an memberikan perhatian khusus terhadap ayat-ayat yang serupa lafadznya, agar hafalan menjadi baik dan terhindar dari kesalahan-kesalahan.

Konsisten dalam menjaga hafalan
“Demi diriku yang berada di tangan-Nya, sungguh Al-Qur’an itu lebih cepat hilangnya daripada seekor unta dari tali ikatannya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Menjaga mata dan mulut
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah supaya kamu sekalian mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204)

Demikian adab-adab bagi kita yang ingin menghafal Al-Qur’an. Semoga Allah memudahkan usaha kita dalam menjaga ayat-ayat suci-Nya. Aamiin…

(mz)

No comments:

Post a Comment